February 28, 2020

Profil Singkat Tim Liga 1 2020: Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, Bali United

Cukup banyak tim yang difavoritkan untuk bisa mengangkat trofi Liga 1 musim ini, Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, dan Bali United di antara kategori tersebut.

Persija membangun tim bertabur bintang, memperlihatkan keseriusan kembali untuk mendulang hasil manis akhir musim, dan nampak sudah belajar dari musim lalu.

Persebaya tampil menjanjikan pada pramusim dengan menjuarai Piala Gubernur Jatim. Mereka juga tak tersentuh di bawah arahan Aji Santoso, hingga jadi runner-up musim 2019.

Sementara Bali United, tim dengan status juara bertahan ini tak pernah main-main dalam mempersiapkan tim. Stefano Cugurra ditantang untuk meraih gelar kompetisi tiga tahun beruntun.

Persija Jakarta

Setelah menjadi juara Liga 1 2018, Persija malah berantakan dan nyaris degradasi pada kompetisi musim lalu. Namun, mereka belajar dari kesalahan tersebut, dan nampak serius menyambut musim ini.

Marco Motta, Evan Dimas, hingga Marc Klok jadi bukti keseriusan tim ibu kota musim ini, ditambah perekrutan Sergio Farias sebagai pelatih kepala. Hal lain yang menarik adalah, Persija berani melakukan transfer, dan mengontrak pemain jangka panjang.

Pelatih; Sergio Farias

Mendatangkan pelatih asal Brasil yang belum pernah menukangi tim di Indonesia menjadi prinsip Persija dalam merekrut pelatih. Kali ini sekelas Farias yang dihadirkan oleh Persija, dan nampaknya cukup menjanjikan.

Sistem permainan Persija terlihat jelas pada pramusim ini, di bawah arahan Farias. Macan Kemayoran bisa saja mendapatkan gelar juara pramusim, sayang mereka dikalahkan oleh Persebaya pada Piala Gubernur Jatim.

Pemain andalan;

Marco Motta; Punya status pemain dunia dengan membela Juventus hingga AS Roma, Persija tentu berharap kualitas yang sepadan dengan reputasi Motta. Bek kanan yang pernah membela timnas Italia ini juga siap dimainkan sebagai gelandang, dan stoper.

Riko Simanjuntak; Pemain berpostur mungil ini selalu menjadi andalan Persija di tiap pertandingan, musim lalu. Bahkan ketika Persija tampil buruk, Riko tetap bermain konsisten sebagai pengatur serangan tim ibu kota.

Marko Simic; Striker Kroasia ini dikontrak tiga tahun setelah memberikan penampilan konsisten di musim keduanya bersama Persija. Musim lalu, Simic, mencatatkan diri sebagai topskorer kompetisi, dan menyelamatkan Persija dengan gol-golnya.

Persebaya Surabaya

Musim ini Persebaya akan tampil di kompetisi Asean Club Championship berkat kesuksesan mereka finis di posisi kedua musim lalu. Tampil di kompetisi Asia Tenggara tentu bakal jadi tantangan lain untuk Persebaya, karena mereka harus punya kedalam skuad baik, juga pintar mengatasi jadwal padat.

Pelatih; Aji Santoso

Persebaya dan Aji Santoso sepertinya sudah cocok, dan berjodoh. Aji bisa membawa Persebaya bangkit pada musim lalu, tak terkalahkan, hingga finis di posisi kedua. Meski, banyak yang meragukan Aji, jika melihat raihannya bersama klub-klub sebelumnya.

Pemain andalan;

Hansamu Yama; Persebaya tak mendatangkan stoper asing pada musim ini. Nampaknya Aji sudah sangat yakin dengan kualitas pemain lokal di lini belakang Green Force saat ini, salah satunya karena sosok Hansamu.

Makan Konate; Perekrutan yang paling fantastis dari Persebaya, diambil langsung dari rival mereka, Arema FC. Konate langsung tampil cemerlang pada pramusim, dicintai para Bonek, serta diberi kepercayaan sebagai kapten.

David da Silva; Striker berkelas yang tak pernah mengecewakan ketika tampil. Meski sering dibelit cedera minor, Da Silva selalu bisa tampil maksimal ketika dimainkan sejak menit awal. Badan besar tak menghalangi dirinya untuk bergerak cepat. Jiwa petarung membuatnya sangat cocok berseragam Bajul Ijo.

Bali United

Bali United punya tantangan di musim 2020. Mereka memiliki status juara bertahan, hal yang kerap menjadi sindrom untuk tim di Indonesia. Serdadu Tridatu harus pintar menata konsistensi mereka musim ini, dan melawan mitos bahwa juara bertahan tampil berantakan pada musim berikutnya.

Pelatih; Stefano Cugurra

Sosok yang akrab disapa Teco ini terus membuktikan diri bahwa ia memang sosok bertangan dingin. Teco meraih gelar pelatih terbaik Liga 1 dua musim beruntun, dan menggondol trofi kompetisi dua musim beruntun, dengan dua tim berbeda.

Satu hal yang perlu dibuktikan Teco musim ini sebenarnya adalah, bagaimana membawa tim Indonesia berbicara lebih di kompetisi Asia. Ia juga melakukan perekrutan pemain yang rasanya tak berlebihan, dan sesuai kebutuhan tim musim ini.

Pemain andalan;

Willian Pacheco; Bali United tidak banyak mengubah komposisi pemain, termasuk di sektor asing. Mereka tak punya alasan untuk mencoret Pacheco yang memang punya peran vital di lini belakang tim. Kendati punya permainan baik, sayangnya Pacheco kerap tak konsisten.

Paulo Sergio; Masih menjadi playmaker pilihan Bali United musim ini. Beredar kabar sebenarnya mereka ingin mengganti Paulo yang memang sudah tak muda lagi. Namun, terbukti hal itu sulit dilakukan, karena tak banyak pemain tengah yang punya kualitas setara dengan Paulo.

Ilija Spasojevic; Spasojevic melewati tahun 2019 yang manis dan pahit. Ia harus kehilangan istri tercinta di pertengahan kompetisi. Namun, bomber berdarah Montenegro ini memperlihatkan jiwa profesional dan terus membantu Bali United meraih tangga juara dengan gol-golnya.